Siapa sih yang tidak ingin memiliki kulit wajah bersih dan sehat? Tentunya itu adalah dambaan setiap orang. Nah untuk mendapatkannya, Kalian perlu tahu jenis kulit wajah kalian, karena beda jenis kulit, beda pula cara merawat dan produk perawatan kulit yang harus di gunakan.
Setiap orang memiliki jenis kulit wajah yang berbeda dan bias berubah seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kulit wajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti genetik, penyakit tertentu, pola hidup, dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari, debu, dan polusi berkepanjangan.
Struktur dan jenis kulit wajah yang di miliki seseorang ditentukan oleh beberapa faktor yakni:
Berdasarkan ketiga faktor di atas, jenis kulit wajah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
Jenis kulit ini cenderung memiliki keseimbangan antara jumlah kandungan air dan minyak, sehingga tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu berminyak. Jenis kulit wajah seperti ini biasanya jarang sekali memiliki masalah kulit, tidak terlalu sensitive, terlihat bercahaya, dan pori-pori pun hamper tak terlihat. Jenis kulit normal juga lebih mudah dirawat.
Perawatan jenis kulit wajah normal cenderung mudah. Kalian cukup menggunakan perawatan kulit wajah biasa atau di formulasikan secara khusus untuk kulit normal. Gunakan sabun pembersih wajah dengan bahan kimia lembut dan hindari menggosok wajah terlalu kasar. Kalian bisa membilas wajah dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk berbahan lembut.

2. Kulit Wajah Kering
Kulit wajah kering umumnya terjadi akibat rendahnya tingkat kelembapan pada lapisan kulit terluar. Hal ini mengakibatkan kulit kering mudah pecah-pecah dan mengalami keretakan pada permukaan kulit. Pemilik kulit wajah kering biasanya memiliki pori-pori kulit yang hamper tak terlihat, permukaan luar kulit terlihat kasar dan kusam, serta kulit kurang elastis. Jenis kulit ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan meradang. Kulit kering bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, perubahan hormon, cuaca dingin, paparan sinar matahari, mandi air panas terlalu lama, efek samping obat-obatan, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, dan pembersih.
Untuk merawat jenis kulit wajah kering, gunakan pembersih wajah dengan bahan yang mampu melembabkan kulit wajah, seperti emolien, dan hindari produk yang mengandung alcohol atau pewangi. Setelah wajah selesai dibersihkan, kalian bisa menggunakan pelembab agar kulit tidak mudah kering. Selain itu, hindari terlalu lama mandi dan mencucu muka dengan air hangat.
3. Kulit Wajah Kering
Jenis kulit wajah berminyak cenderung licin dan mengkilap karena produksi minyak atau sebum yang berlebih. Sebum dihasilkan secara alami oleh kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous dibawah permukaan kulit. Meski sebum berfungsi untuk melindungi dan melembapkan, namun kelebihan sebum juga akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori tersumbat, dan membuat kulit rentan mengalami jerawat.
Tingginya produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau stress. Jenis kulit wajah berminyak cenderung memiliki pori-pori besar, terlihat berkilau namun kusam, dan biasanya disertai komedo, jerawat, serta noda hitam.
Ada beragam cara untuk merawat kulit wajah berminyak, salah satunya dengan mencuci muka secara rutin 2 kali sehari dengan sabun cuci muka yang mengandung gliserin. Setelah selesai dibersihkan, kalian bisa menggunakan produk perawatan kulit lain, yaitu astringent atau toner yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, dan asam glikolat. Selain itu, pilihlah produk kosmetik dengan kandungan air dan berlabel noncomedogenic yang tidak menyebabkan penyumbatan pori-pori.
Kalian juga bisa menggunakan kertas minyak dan masker wajah khusus kulit berminyak untuk menghilangkan minyak berlebih yang menempel di wajah. Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai masker wajah, antara lain madu, lidah buaya, tomat, dan minyak jojoba. Selain beberapa cara di atas, kalian yang memiliki jenis kulit wajah berminyak juga sebaiknya menghindari makanan yang tidak sehat, sepert gorengan, makanan cepat saji, dan makanan dengan kadar gula tinggi.
4. Kulit Sensitif / Redness
Jenis kulit sensitive umumnya sangat peka dan mudah sekali mengalami alergi atau iritasi dan ruam sebagai reaksi terhadap faktor tertentu, seperti lingkungan, makanan, atau penggunaan produk kosmetik. Kulit wajah sensitive mudah terkelupas, gatal, kering, kemerahan dan terasa perih (breakout) ketika terjadi kontak dengan berbagai hal yang dapat memicu munculnya gejala kulit sensitif.
Perawatan kulit wajah sensitive bisa dilakukan dengan mengetahui reaksi alergi atau iritasi. Gunakan sabun wajah berbahan lembut dan bilaslah dengan air hangat. Usahakan untuk tidak menggosok wajah terlalu kencang saat mencuci wajah. Pemilik kulit wajah sensitive juga disarankan untuk tidak menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung alcohol, asam, dan pewangi karena bahan-bahan tersebut mudah menyebabkan iritasi wajah. Kalian bisa menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung lidah buaya, chamomile, the hijau, polifenol, dan gandum.

Nah sudah tau kan betapa pentingnya merawat kulit wajah sesuai jenisnya. Setiap tipe kulit wajah memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa jenis kulit wajah bahkan membutuhkan perawatan dan perhatian lebih dibandingkan jenis kulit yan lain. Itulah sebabnya produk perawatan kulit wajah dan kosmetik dibuat dengan formula yang berbeda sesuai dengan tipe kulit. Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat, jerawat semakin parah, kulit wajah menjadi sangat kering, dan munculnya berbagai masalah lain pada kulit wajah.
Semoga bisa jadi pelajaran dan membantu kalian untuk menjaga kesehatan pada kulit wajah ya!
Cr :
https://www.alodokter.com/kenali-jenis-kulit-wajah-dan-cara-merawatnya-di-sini
https://editorial.femaledaily.com/blog/2021/11/21/6-kebiasaan-merusak-skin-barrier
By : anischrns
Input your search keywords and press Enter.